Category: Uncategorized

  • Seleksi Taruna Akpol Masuk Tahap Akhir, Wakapolri Pimpin Pemeriksaan Penampilan 404 Catar

    Panitia Pusat Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 menggelar pemeriksaan penampilan peserta calon taruna (catar). Pemeriksaan ini dipimpin langsung Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.

    “Masa depan Polri, akan sangat bergantung pada sejauh mana generasi penerus disiapkan. Bagaimana kita tak hanya menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan hebat, tapi juga karakter kuat, kepedulian sosial, dan keberanian untuk memimpin perubahan,” ucap Komjen Dedi di lokasi, Lantai 2 Gedung Serba Guna Akpol, Semarang, Jawa Tengah (Jateng) pada Jumat (24/7/2026).

    Pemeriksaan penampilan digelar dua hari, mulai hari ini hingga Sabtu (25/7). Pemeriksan penampilan oleh Komjen Dedi dan sejumlah pejabat Polri bertujuan sebagai evaluasi akhir hasil seleksi panitia daerah dan pusat, serta memberikan penilaian menyeluruh terhadap para catar.

    Pemeriksaan penampilan catar merupakan tahap akhir dari rangkaian seleksi, yang digelar Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri selaku panitia pusat. Untuk diketahui rangkaian seleksi diawali pemeriksaan administrasi, tes akademik, tes kesamaptaan, tes psikologi, tes kesehatan, serta pendalaman mental dan kepribadian (PMK) di tingkat panitia daerah yang digelar oleh 36 biro SDM polda.

    Peserta seleksi yang lolos di tingkat daerah, dikirim untuk mengikuti seleksi tingkat pusat di Akpol, Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Di Akpol, para catar menjalani lagi serangkaian tes seperti yang dilalui di tingkat polda.

    “Rikpil (pemeriksaan penampilan) bukan sekadar melihat penampilan secara fisik, melainkan menjadi evaluasi menyeluruh untuk memastikan hasil seleksi sebelumnya benar-benar mencerminkan kualitas calon taruna yang akan dididik menjadi perwira Polri,” tutur Komjen Dedi.

    Berdasarkan data SSDM Polri, tahap pemeriksaan penampilan diikuti 404 peserta. Mereka terdiri dari 365 calon taruna (pria) dan 35 calon taruni (wanita).

    Selain Komjen Dedi, para pejabat utama Polri yang menjadi penilai adalah Kalemdiklat Polri Komjen R.Z. Panca Putra, Asisten SDM Kapolri Irjen Anwar, Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim, Wairwasum Polri Irjen Tomex Korniawan, dan Gubernur Akpol Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga.

  • Wartawan Desak Polri Tuntaskan Kasus Hotman Paris, Tegaskan Tak Ada yang Kebal Hukum

    Bandung – Puluhan wartawan menggelar aksi solidaritas di depan Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (24/7/2026). Aksi yang dipimpin Taufik M itu menjadi bentuk desakan kepada Polri agar tetap melanjutkan proses hukum terhadap pengacara Hotman Paris Hutapea atas dugaan pernyataan yang dinilai merendahkan profesi wartawan.

    Dengan membawa spanduk dan poster berisi berbagai tuntutan, massa meminta aparat penegak hukum bertindak profesional serta tidak menghentikan penanganan perkara. Sejumlah poster bertuliskan, “Jurnalis Jabar meminta Polri mengusut pengacara Hotman Paris secara profesional”, “Wartawan atau saya yang tidak punya otak”, hingga “Hotman Paris di mana hatimu” mewarnai jalannya aksi yang berlangsung tertib di bawah pengamanan kepolisian.

    Ketua Jurnalis Hukum Bandung, Suyono, menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan semata menyangkut individu, melainkan menyentuh marwah profesi jurnalistik sebagai salah satu pilar demokrasi. Menurutnya, wartawan memiliki fungsi kontrol sosial yang mengawal jalannya pemerintahan dan penegakan hukum, sehingga tidak pantas dilecehkan oleh siapa pun.
    “Kami tidak ingin ada pihak yang saling merendahkan. Wartawan memang bukan penegak hukum, tetapi kami menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya hukum dan pemerintahan. Karena itu kami meminta Polri mengusut dan memeriksa saudara Hotman Paris hingga tuntas,” tegas Suyono.

    Koordinator aksi, Taufik M, menambahkan bahwa permintaan maaf secara pribadi tidak otomatis menghapus proses hukum yang sedang berjalan. Menurutnya, penegakan hukum harus tetap dilakukan sebagai bentuk kepastian hukum sekaligus memberikan pesan bahwa tidak ada seorang pun yang berada di atas hukum.

    “Permintaan maaf adalah urusan pribadi. Namun proses hukum harus tetap berjalan agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak bahwa setiap orang wajib menghormati profesi orang lain dan bertanggung jawab atas setiap ucapannya,” ujarnya.

    Aspirasi para wartawan diterima langsung oleh Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan. Ia menyampaikan bahwa Polri memandang media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat serta mengawal transparansi penegakan hukum. Seluruh tuntutan yang disampaikan, kata Hendra, akan diteruskan kepada Mabes Polri sebagai bahan dalam penanganan perkara.

    Aksi ditutup dengan penyerahan pernyataan sikap kepada Polda Jawa Barat. Para wartawan berharap laporan yang telah diajukan diproses secara profesional, transparan, dan tanpa penghentian perkara. Bagi mereka, penyelesaian kasus ini bukan hanya menyangkut keadilan hukum, tetapi juga menjadi ujian komitmen negara dalam melindungi kehormatan profesi jurnalistik serta memastikan tidak ada pihak yang kebal terhadap hukum.

  • Matangkan Strategi Pengamanan Piala Presiden 2026, Polda Jabar Gelar Simulasi Taktis Tiga Lapis di Si Jalak Harupat

    Guna mematangkan kesiapan pengamanan menjelang bergulirnya turnamen pramusim bergengsi Piala Presiden 2026, Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menggelar simulasi Tactical Wall Game (TWG) di Gymnasium Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Jumat (24/7/2026) pagi. Pelatihan taktis yang dipimpin langsung oleh Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Polda Jabar, Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif, S.I.K., M.Si, ini dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar, Irwasda, Kabid Humas, Dir Intel, Dir Pam Obvit, hingga para Kabag Ops dari Polrestabes Bandung, Polresta Bandung, dan Polres Cimahi.

    Karo Ops Polda Jabar, Kombes Pol Teddy Suhendyawan Syarif, menegaskan bahwa simulasi TWG bersifat wajib agar seluruh personel yang bertugas di lapangan memiliki pemahaman yang presisi mengenai posisi, peran, serta tata cara bertindak sesuai rencana operasional. Penyelenggaraan event skala nasional ini dipandang bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah pertaruhan kepercayaan publik terhadap institusi Polri dan pemerintah. Melalui kesiapan yang matang, Polda Jabar berkomitmen membuktikan bahwa turnamen olahraga berskala besar dapat berjalan aman, tertib, dan menjadi hiburan yang nyaman bagi masyarakat luas.

    “Demi mengawal kelancaran turnamen, kepolisian mengerahkan sedikitnya 1.500 personel gabungan yang mengedepankan sinergi lintas sektoral bersama TNI, Pemerintah Daerah, Satbrimob, hingga jajaran polres kewilayahan. Skema pembagian tugas telah dipetakan secara terintegrasi; Polresta Bandung bertanggung jawab penuh pada keamanan area utama pertandingan di Stadion Si Jalak Harupat, sementara Polres Cimahi dan Polrestabes Bandung mengamankan jalur kedatangan peserta, tempat penginapan, hingga lokasi latihan para tim peserta.” ungkapnya.

    Terkait manajemen penonton dan suporter, Polda Jabar menerapkan saringan keamanan ketat yang terbagi dalam tiga lapisan utama (ring pengamanan). Pemeriksaan berlapisan ini dirancang mulai dari gerbang luar kawasan stadion, pintu masuk area utama, hingga zona satu di sekitar lapangan guna mengantisipasi serta mencegah masuknya barang- barang terlarang. Langkah antisipatif ini diambil demi menjamin keselamatan dan kenyamanan seluruh pihak yang hadir di area stadion selama pertandingan berlangsung.

    Menutup keterangannya, pihak kepolisian mengimbau dan mengetuk kesadaran seluruh elemen suporter agar senantiasa menjaga ketertiban serta mematuhi regulasi yang berlaku selama mendukung tim kesayangan mereka. Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan kesiapan penuh aparat keamanan, Polda Jabar optimistis gelaran Pembukaan dan seluruh rangkaian pertandingan Piala Presiden 2026 di Jawa Barat akan berlangsung sukses, aman dan kondusif.

    Bandung, 24 Juli 2026

  • Polda Jabar Perkuat Kesiapsiagaan Personel, Tactical Wall Game Jadi Kunci Sukses Pengamanan Piala Presiden 2026

    Polda Jawa Barat memastikan seluruh rangkaian Piala Presiden 2026 akan dikawal dengan skema pengamanan yang matang. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Simulasi Tactical Wall Game (TWG) yang dipimpin Karo Ops Polda Jabar Kombes Pol. Teddy Suhendyawan Syarif, S.I.K., M.Si., di Gymnasium Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, pada Jumat (24/7/2026).

    Pelaksanaan Tactical Wall Game merupakan bagian dari langkah strategis Polda Jabar untuk menguji kesiapan personel sekaligus menyelaraskan pola koordinasi seluruh unsur pengamanan sebelum bergulirnya turnamen. Melalui simulasi tersebut, setiap tahapan pengamanan dianalisis secara detail, mulai dari pengamanan objek vital, pengaturan arus penonton, pengawalan tim peserta, hingga penanganan potensi gangguan kamtibmas.

    Karo Ops Polda Jabar menekankan bahwa keberhasilan pengamanan tidak hanya ditentukan oleh jumlah personel, tetapi juga oleh kesiapan strategi, kecepatan pengambilan keputusan, serta sinergi antarsatgas di lapangan. Oleh karena itu, setiap kemungkinan yang dapat terjadi selama pertandingan dibahas dan disimulasikan secara komprehensif melalui Tactical Wall Game.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kesiapan institusi dalam memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat selama penyelenggaraan Piala Presiden 2026.
    “Polda Jawa Barat tidak ingin hanya siap saat pelaksanaan, tetapi juga siap sejak tahap perencanaan. Melalui Tactical Wall Game ini, seluruh skenario pengamanan kami uji agar setiap personel memahami tugas dan mampu bertindak cepat, tepat, serta profesional dalam menghadapi berbagai dinamika di lapangan,” ujar Kabid Humas Polda Jabar.

    Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Polda Jabar mengedepankan pendekatan yang humanis namun tetap tegas dalam menjaga keamanan. Pengamanan akan dilaksanakan secara terpadu dengan melibatkan seluruh fungsi kepolisian serta bersinergi bersama TNI, pemerintah daerah, panitia penyelenggara, dan stakeholder terkait.

    Dengan pelaksanaan Tactical Wall Game tersebut, Polda Jawa Barat menegaskan kesiapannya untuk mengawal seluruh pertandingan Piala Presiden 2026 agar berlangsung aman, tertib, dan lancar. Keamanan yang terjaga diharapkan dapat menciptakan suasana kompetisi yang kondusif sehingga para pemain, ofisial, dan suporter dapat menikmati jalannya pertandingan dengan rasa aman dan nyaman.

    Bandung, 24 Juli 2026

  • Menjaga Kamtibmas Aman dan Kondusif, Polsek Bogor Tengah Tingkatkan Patroli Lokasi Rawan

    KOTA BOGOR – Anggota Patroli Samapta Polsek Bogor Tengah Polresta Bogor Kota Polda Jabar melakukan patroli ke sejumlah lokasi yang rawan akan gangguan keamanan dalam rangka pencegahan terhadap pelaku kriminal.

    Hal itu sesuai arahan Kapolresta Bogor Kota Kombes Rio Wahyu Anggoro untuk menjaga kamtibmas aman kondusif.

    “Patroli yang dilakukan merupakan kegiatan rutin dengan sasaran lokasi rawan, wilayah pemukiman warga antisipasi pelaku curas, curanmor dan gangguan keamanan lainnya,” ucap Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo, Jumat (24/7/2026).

    “Diharapkan patroli yang kami lakukan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat, serta dapat mencegah pelaku kejahatan melakukan aksinya” pungkasnya.

  • Patroli Gabungan, Ratusan Personel Sisir Bandung Dini Hari, Polisi Hadir Beri Rasa Aman bagi Warga

    Patroli Gabungan, Ratusan Personel Sisir Bandung Dini Hari, Polisi Hadir Beri Rasa Aman bagi Warga

    Polrestabes Bandung menggelar patroli gabungan skala besar bersama Polda Jawa Barat, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan untuk mengantisipasi kejahatan jalanan di wilayah Kota Bandung. Patroli berlangsung pada Kamis (20/7/2026) dini hari, mulai pukul 00.00 WIB hingga 03.00 WIB.

    Kegiatan dipimpin Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar didampingi Kapolrestabes Bandung, Wakapolrestabes Bandung, jajaran pejabat utama Polda Jabar, serta pejabat operasional Polrestabes Bandung.

    Sebanyak 238 personel diterjunkan dalam patroli gabungan tersebut. Personel terdiri dari unsur Polrestabes Bandung, Polda Jawa Barat, TNI, Satpol PP Kota Bandung, Satpol PP Provinsi Jawa Barat, Dinas Perhubungan Kota Bandung, dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat.

    Patroli menyasar sejumlah ruas jalan utama yang dinilai rawan terjadinya kejahatan jalanan, di antaranya kawasan Dago Cikapayang, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Diponegoro, Jalan Pajajaran, Jalan Kebon Kawung, Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Wastukancana, Jalan Aceh, Jalan Merdeka, sebelum kembali ke Mako Polrestabes Bandung.

    Patroli gabungan ini merupakan langkah preventif untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, khususnya pada malam hingga dini hari.

    masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan maupun tindak pidana.

    Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menegaskan patroli gabungan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif.

    “Patroli terpadu ini merupakan langkah preventif yang melibatkan seluruh unsur agar ruang gerak pelaku kejahatan semakin terbatas. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan efek pencegahan sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat,” ujar Brigjen Adi Vivid.

    Selama pelaksanaan kegiatan, situasi di wilayah hukum Polrestabes Bandung terpantau aman dan kondusif. Kehadiran patroli gabungan juga dinilai mampu meminimalisasi potensi kejahatan jalanan pada malam hingga dini hari.

    Bandung, 23 Juli 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Kepolisian Daerah Jawa Barat memastikan patroli gabungan skala besar akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Bandung.

    Wakapolda Jabar Pastikan Patroli Gabungan Terus Digelar demi Jaga Rasa Aman Warga Bandung

    Kepolisian Daerah Jawa Barat memastikan patroli gabungan skala besar akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Bandung.

    Hal tersebut disampaikan Wakapolda Jawa Barat Brigjen Pol. Adi Vivid Agustiadi Bachtiar usai memimpin patroli gabungan bersama Polrestabes Bandung, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan pada Kamis (23/7/2026) dini hari.

    Menurut Adi Vivid, kehadiran aparat di lapangan menjadi salah satu langkah efektif untuk mencegah munculnya aksi kejahatan jalanan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

    “Patroli terpadu ini merupakan langkah preventif yang melibatkan seluruh unsur agar ruang gerak pelaku kejahatan semakin terbatas. Kehadiran personel di lapangan diharapkan mampu memberikan efek pencegahan sekaligus meningkatkan rasa aman masyarakat,” katanya.

    Dalam patroli tersebut, sebanyak 238 personel gabungan menyisir sejumlah ruas jalan utama yang dinilai rawan terjadi tindak kriminalitas, seperti kawasan Dago Cikapayang, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Diponegoro, Jalan Pajajaran, Jalan Kebon Kawung, Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Wastukancana, Jalan Aceh, dan Jalan Merdeka.

    Patroli berlangsung sejak pukul 00.00 WIB hingga 03.00 WIB dengan melibatkan personel dari Polrestabes Bandung, Polda Jawa Barat, TNI, Satpol PP Kota Bandung, Satpol PP Provinsi Jawa Barat, serta Dinas Perhubungan Kota dan Provinsi Jawa Barat.

    Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah hukum Polrestabes Bandung tetap aman dan kondusif. Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu kamtibmas.

    Bandung, 23 Juli 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Upaya Pertahankan Harkamtibmas Yang Kondusif, Polsek Bogor Barat Tingkatkan Patroli Kewilayahan

    KOTA BOGOR – Unit Samapta
    Polsek Bogor Barat Polresta Bogor Kota Polda Jabar laksanakan patroli pada jam dan titik rawan gangguan kamtibmas dalam upaya pertahankan harkamtibmas yang aman dan nyaman.

    Hal itu sesuai dengan arahan Kapolresta Bogor kota Kombes Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H. Agar anggota Polri lakukan patroli dan pada jam dan titik rawan terjadinya tindak pidana guna menjaga Harkamtibmas yang Kondusif.

    “Kami tingkatkan patroli pada jam dan titik rawan terjadinya tindak pidana,” ucap Kapolsek Bogor Barat AKP. Didin Komarudin, S.H., M.H. Selasa (21/7/2026).

    “Dengan melakukan patroli diharapkan dapat menekan ruang gerak bagi pelaku pidana maupun kejahatan jalanan lainnya untuk menjalankan aksinya,” sambungnya.

    “Upaya ini kami lakukan karena Kejahatan terjadi bukan hanya adanya niat dari pelaku, tetapi karena adanya kesempatan,” pungkas Kapolsek.

    Terlihat unit Samapta Polsek Bogor Barat laksanakan patroli disertai dengan pembinaan dan eduasi, pada titik dan jam rawan terjadinya tindak pidana di wilayah Hukum Polsek Bogor Barat guna menjaga situasi kamtibmas seperti kawasan perbangkan, pasar, perumahan, sekolah, pos security maupun tempat keramaian lainnya di 16 kelurahan.

  • Kapolda Jabar Gelar Silaturahmi dengan BEM dan Cipayung Plus, Perkuat Sinergi Jaga Kondusifitas

    Kapolda Jabar Gelar Silaturahmi dengan BEM dan Cipayung Plus, Perkuat Sinergi Jaga Kondusifitas

    Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto menggelar silaturahmi bersama elemen mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Cipayung Plus Jawa Barat di Ruang Riung Mumpulung, Mapolda Jabar, Selasa (21/7/2026).

    Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan sinergi antara kepolisian dengan organisasi kemahasiswaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Barat.

    Kapolda Jabar menyatakan bahwa Silaturahmi tersebut menjadi wadah untuk membangun komunikasi yang lebih erat antara kepolisian dan mahasiswa sebagai mitra strategis dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

    “Melalui kegiatan ini kami ingin memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan elemen mahasiswa. Mahasiswa merupakan mitra strategis yang memiliki peran penting dalam menjaga kondusivitas daerah. Kami berharap forum ini dapat menjadi ruang dialog untuk bertukar gagasan, menyerap aspirasi, sekaligus membangun sinergi dalam menjaga Jawa Barat tetap aman, damai, dan kondusif,” katanya

    Menurutnya, kegiatan tersebut juga sejalan dengan kebijakan operasional Kapolda Jawa Barat yang mengedepankan pendekatan adaptif, responsif, kolaboratif, dan solutif dalam menghadapi berbagai dinamika di tengah masyarakat.

    Sejumlah pejabat utama Polda Jabar turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Kapolda Jabar, Wakapolda Jabar, Karo Ops, Dirintelkam, Dirbinmas, Dirreskrimum, Dircyber, serta Kabid Humas Polda Jabar.

    Sementara itu, organisasi mahasiswa yang diundang berasal dari unsur Cipayung Plus Jawa Barat, seperti HMI, PMII, KAMMI, GMKI, PMKRI, KMHDI, GMNI, HIKMABUDHI, HIMA Persis, dan IMM. Selain itu, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa yang terdiri atas BEM SI, BEM Nusantara, BEM PTMA, dan BEM PTNU juga mengikuti kegiatan tersebut.

    Agenda silaturahmi diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Direktur Intelkam Polda Jabar dan Kapolda Jabar, dialog interaktif bersama perwakilan mahasiswa, penyerahan cendera mata kepada perwakilan BEM dan Cipayung Plus, serta foto bersama.

    Melalui forum ini, Polda Jabar berharap komunikasi yang terjalin dengan kalangan mahasiswa semakin kuat sehingga mampu membangun sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Jawa Barat.

  • Kapolda Jabar Ajak Mahasiswa Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Jawa Barat

    Kapolda Jabar Ajak Mahasiswa Perkuat Sinergi Jaga Kondusivitas Jawa Barat

    Kepolisian Daerah Jawa Barat menggelar kegiatan silaturahmi bersama elemen mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jawa Barat dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di Ruang Riung Mumpulung, Mapolda Jawa Barat, Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini menjadi forum untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Jawa Barat.

    Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., didampingi Wakapolda Jabar, Karo Ops, Dir Intelkam, Dir Binmas, Dir Reskrimum, Dir Siber, serta Kabid Humas Polda Jabar. Turut hadir perwakilan 10 organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jawa Barat dan empat kelompok BEM.

    Kapolda Jabar menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh perwakilan mahasiswa. Menurutnya, pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi ruang untuk saling mendengar, bertukar pandangan, dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang menjadi perhatian bersama.

    Kapolda Jabar menegaskan bahwa Polda Jawa Barat terbuka terhadap berbagai masukan, ide, dan gagasan konstruktif dari kalangan mahasiswa. Ia meyakini bahwa komunikasi yang baik akan melahirkan kebijakan yang lebih solutif dan bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, ruang dialog dan kolaborasi perlu terus dibangun demi kemajuan Jawa Barat.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jabar juga mengungkapkan bahwa sejak menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat, dirinya melakukan riset berbasis perspektif masyarakat untuk memahami berbagai tantangan di wilayah Jawa Barat.

    Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa kompleksitas persoalan di Jawa Barat sangat tinggi, mengingat jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 50 juta jiwa, karakteristik masyarakat yang beragam, serta posisi strategis Jawa Barat sebagai wilayah penyangga ibu kota, pusat industri, investasi, pendidikan, pertanian, dan pariwisata nasional.

    Berangkat dari kondisi tersebut, Kapolda memperkenalkan gerakan “Jaga Rawat Jawa Barat”, yang menjadi arah kebijakan operasional Polda Jawa Barat.

    “Gerakan ini mengedepankan prinsip kerja yang adaptif dalam memahami dinamika sosial, responsif terhadap aspirasi masyarakat, kolaboratif dalam menyelesaikan persoalan, serta solutif dalam menghadirkan penyelesaian nyata bagi masyarakat,” kata Kapolda Jabar, Selasa (20/7/2026)

    Kapolda Jabar juga mengajak mahasiswa untuk terus menjadi kekuatan moral dan intelektual yang kritis, konstruktif, serta mampu menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat. Di sisi lain, para pejabat utama Polda Jawa Barat diminta untuk terus membuka ruang komunikasi dengan kalangan akademisi dan mahasiswa agar setiap gagasan yang membangun dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menjaga stabilitas daerah.

    Kapolda Jabar mengajak seluruh mahasiswa untuk terus memberikan kontribusi pemikiran demi terwujudnya Jawa Barat yang aman, nyaman, damai, dan produktif, dengan tetap menjunjung tinggi etika, moral, dan norma yang berlaku. Ia berharap sinergi yang terbangun melalui silaturahmi tersebut semakin memperkuat kolaborasi antara Polri dan mahasiswa dalam menjaga kondusivitas Jawa Barat.

    Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Setelah sambutan Kapolda Jabar, acara dilanjutkan dengan dialog bersama para perwakilan mahasiswa, pemberian cendera mata kepada perwakilan Cipayung Plus dan BEM, serta ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga keamanan, persatuan, dan kebersamaan di Jawa Barat.